ads
Diberdayakan oleh Blogger.
ads

Wuuuuihhh kok gak bisa di install???

 

Wuuuuihhh kok gak bisa di install???

 

Siapa yang pas instal kompi kejadian kek gini? Nahhh ini saya juga rasakan kawan-kawan kekampretan hardisk gpt ketika ingin di pakai menginstall ulang. Padahal langkah-langkah awal dah mantab tapi malah gak bisa.

 Ini karena partisi yang agan ingin install mengandung file gpt. Nah apa itu partisi MBR? Apa pula itu partisi GPT? Dan sejak kapan nginstall ulang jadi ribet? Dan bagai mana cara mengatasinya? Nah GASLAH SKUY HAYYUUUK

 

1.      MBR

MBR (Master Boot Record) adalah arsitektur partisi hardisk yang tugasnya memegang informasi tentang file sistem, logical partition dan pengaturan sistem. Jika kita menilik sejarah, MBR sudah ada sejak tahun 1983 dikeluarkan oleh IBM berbarengan dengan sistem operasi DOS. Hingga sekarang ini sistem operasi DOS masih tetap berjalan.

 

Salah satu kegunaan dari MBR yang paling terlihat adalah saat proses booting komputer. Pada saat booting, partisi MBR akan mencari lokasi boot sector berada. Boot sector ini berisi file dan informasi yang diperlukan sistem untuk proses booting dari startup sampai finish ke tampilan desktop.

Ada beberapa alasan yang menjadikan partisi MBR ini mulai ditinggalkan sekarang ini, berikut pembahasannya:

1.       Partisi MBR hanya mampu mendukung media penyimpanan hardisk maksimal 2 TB.

2.      Partisi MBR hanya mampu mendukung pembuatan maksimal 4 primary partition pada hardisk.

3.      Jika ingin membuat lebih dari satu partisi dalam hardisk, maka harus mengorbankan primary partition menjadi extended partition.

4.      Lokasi file system hanya ada pada sector pertama hardisk, jadi jika terjadi corrupted atau error maka komputer gagal booting solusinya harus install ulang.

 

2.      GPT

GPT (GUID Partition Table) adalah teknologi partisi hardisk generasi terbaru menggantikan MBR. GPT merupakan teknologi yang ada pada UEFI BIOS generasi terbaru yang lebih canggih dan lengkap. Jadi komputer/laptop yang menggunakan partisi GPT harus menggunakan UEFI

Kelebihan dari GPT ini bisa membuat sampai 128 primary partition, tentunya ini lebih banyak dari partisi MBR yang hanya mengizinkan 4 primary partition saja. Untuk kapasitas penyimpanan hardisknya juga jauh lebih besar bisa sampai dengan 9,44 ZB (1 ZB setara 1 Juta TB). Bisa terbayang kan berapa besar data yang bisa disimpan di partisi GPT?

Sejarahnya GPT mulai dikembangkan pada tahun 1990-an, akhirnya GPT menjadi bagian dari UEFI yang menjadi pengganti BIOS seri lama. Baru beberapa tahun terakhir setelah kemunculan Windows 8 GPT mulai banyak digunakan.

3.      Perbedaan MBR dan GPT

Agar lebih jelas, berikut kami berikan beberapa perbedaan mengenai partisi MBR dan GPT.

  • Hardisk dengan partisi MBR hanya bisa maksimal 4 partisi saja, sedangkan untuk GPT mampu menampung sampai 128 partisi.
  • Kapasitas penyimpanan MBR hanya 2 TB saja sedangkan GPT bisa sampai 9,44 ZB.
  • Jika partisi MBR ingin menambah partisi lebih dari 4, maka harus mengorbankan partisi primer.
  • Partisi MBR hanya ada satu partisi saja yang bisa digunakan untuk menyimpan sistem operasi, sedangkan untuk partisi GPT sistem operasi tersebut sudah di backup pada partisi lain sehingga lebih aman.
  • Hardisk dengan partisi MBR bisa digunakan untuk berbagai sistem operasi.
  • Hardisk GPT hanya bisa digunakan untuk sistem operasi Windows 64-bit saja.
  • Rekomendasi sistem operasi untuk partisi MBR menggunakan Windows 7 ke bawah, sedangkan untuk partisi GPT bisa menggunakan Windows 8 keatas.
  • Untuk kecepatan booting hardisk MBR lebih lambat dibandingkan hardisk GPT.
  • Bahasa yang digunakan pada hardisk MBR menggunakan bahasa Assembler, sedangkan untuk GPT sudah menggunakan C-language.

 

4.      Cara mengubah MBR ke GPT

a.       Cara pertama

Ada beberapa pengguna komputer yang masih menggunakan partisi MBR pada komputer mereka, padahal sebenarnya bisa dirubah ke GPT. Untuk itu kami berikan tutorial cara mengubah MBR ke GPT dibawah ini:

1.      Silahkan download software AOMEI Partition Assistant.

Kami memilih menggunakan software karena lebih simpel dan mudah digunakan. Selain itu menggunakan software sudah teruji berhasil dan banyak contohnya. Untuk download AOMEI Partition Assistant bisa Anda download melalui link tersebut.

2.      Lakukan install

Jika sudah selesai proses downloadnya, silahkan install softwarenya sampai berhasil.

3.      Convert to GPT

Silahkan buka softwarenya, kemudian pilih menu “Convert to GPT” pada sidebar menu. Silahkan tunggu hingga proses convert selesai.

Nah demikian pembahasan mengenai perbedaan MBR dan GPT dan juga cara convert MBR ke GPT. Jika Anda mengalami kesulitan dalam proses convert bisa Anda tuliskan pada kolom komentar dibawah.

Perlu sahabat Qwords ketahui bahwa Qwords.com adalah penyedia layanan domain hosting murah di Indonesia yang selalu berupaya memberikan layanan terbaik kepada para penggunannya. Cukup dengan biaya puluhan ribu Anda sudah bisa menikmati domain dan hosting dari kami. Tunggu apalagi pesan sekarang juga dan dapatkan bonus menariknya.

 

b.      Cara kedua

Nah saya yakin beberapa kawan-kawan sudah terlanjur memformat partisi C: di komputer kawan-kawan. Cara kedua ini untuk kawan-kawan yang terlanjur menformat partisi C:-nya. PERINGATAN : CARA INI AKAN MENGHAPUS SELURUH DATA DI PC ANDA. PASTIKAN ANDA SUDAH MENCADANGKAN DATA MILIK ANDA.

Proses convert MBR ke GPT sebenarnya tidak sulit. Melalui Command Prompt, masalah yang sedang Anda alami ini dapat dengan mudah diatasi.

Command Prompt ini bisa kita akses waktu proses penginstallan Windows.

Untuk caranya sendiri seperti ini:

Langkah 1. Silakan masuk terlebih dahulu ke instalasi Windows seperti biasa. Dalam prosesnya, klik Next, lalu klik Install Now.

 

Catatan:

             Untuk masuk ke instalasi Windows, Anda bisa memakai DVD

             Jangan lupa atur BIOS agar boot melalui instalasi

Langkah 2. Klik tombol Shift + F10 untuk membuka CMD.

 

Langkah 3. Setelah CMD dibuka, ketikkan “diskpart” > Kemudian klik Enter.

 

Langkah 4. Selanjutnya ketik lagi “list disk” > lalu tekan Enter.

 

Catatan:

             List disk ini berfungsi untuk menampilkan harddisk atau SSD yang terpasang di komputer atau laptop Anda

             Catat disk yang ingin dipakai untuk install ulang.

Langkah 5. Kemudian ketik lagi “select disk 0” untuk memilih disk. Atau sesuaikan, misalnya disk 1 atau disk 2.

 

Langkah 6. Ketik “clean” > lalu klik Enter.

 

Catatan:

             Perintah clean ini akan menghilangkan data. Pastikan sudah backup seperti yang saya jelaskan sebelumnya.

Langkah 7. Terakhir ketik “convert gpt” untuk mengubah format harddisk ke GPT atau “convert mbr” jika ingin sebaliknya.

Perintah               Fungsi

Convert GPT       Mengubah disk ke GPT

Convert MBR     Mengubah disk ke MBR

Langkah 8. Setelah semua langkah tadi dilakukan, sekarang tutup CMD, lalu lanjutkan proses instalasi Windows-nya.

Cara ini bisa diterapkan di Windows 7, Windows 8, dan Windows 10. Namun saya pribadi baru mencobanya di Windows 10 saja.

#2. Menggunakan Software

Selain menggunakan CMD, mengganti MBR ke GPT juga bisa Anda lakukan menggunakan software tertentu.

Saya sendiri pernah mencoba cara ini, dan 100% berhasil saat melakukannya, di mana harddisk milik saya berubah formatnya menjadi GPT.

Tapi yang perlu Anda pahami, karena menggunakan software, maka artinya laptop atau PC Anda harus masih bisa masuk ke Windows (sistemnya belum diformat).

Untuk langkah-langkahnya seperti ini:

Langkah 1. Silakan install terlebih dahulu aplikasi AOMEI Partition Assistant. Ada versi gratisnya, kok.

Langkah 2. Pada bagian kanan, klik Convert to GPT, kemudian klik OK untuk mengkonfirmasinya.

 

Langkah 3. Selanjutnya, klik OK untuk memulai proses perubahan.

 

Langkah 4. Setelah prosesnya selesai, saya sarankan restart terlebih dahulu PC atau laptop Anda.

Langkah 5: Kemudian setelah restart, barulah Anda bisa langsung menginstal kembali Windows-nya.

 

Catatan tambahan:

             Kalau harddisk Anda sudah terformat / tidak ada sistem, Anda bisa melepas harddisk tersebut secara sementara, kemudian memasangnya di komputer lain.

             Software ini bisa digunakan di semua versi Windows, baik itu Windows 7, Windows 8, Windows 10, dan lain-lain.

             Anda juga bisa melakukan pengaturan yang berhubungan dengan partisi, atau migrasi OS ke SSD.

0 Komentar untuk "Wuuuuihhh kok gak bisa di install???"

Back To Top